Survey lapang merupakan salah satu cara dalam pengambilan data dan prosedur yang harus dilakukan dalam pembuatan peta tematik. Selain survei, kita juga membutuhkan persiapan dan langkah-langkah secara teknis dalam mempersiapkan kebutuhan peralatan yang diperlukan dalam menunjang proses survei. Adapun langkah-langkah persiapan dan pengambilan data lapangan adalah sebagai berikut:
· Pembuatan Peta Dasar
· Pembuatan Peta Kerja dan Penentuan Titik Sample di Lapang.
· Penyiapan Peralatan untuk Survei Lapang
· Pengamatan Ground Check di lapangan
· Plotting dan koreksi posisi
Sebelum memulai kegiatan pemetaan tematik terlebih dahulu harus mempersiapkan peta dasar. Fungsi dari peta dasar adalah sebagai kerangka tempat ploting data tematik. Idealnya semua data tematik menggunakan satu peta dasar sehingga akan tercipta peta tunggal yaitu semua jenis peta mempunyai referensi yang sama. Syarat terciptanya peta tunggal adalah :
1. Memiliki sistem koordinat yang sama
2. Memiliki unsur dasar yang sama berupa batas buatan seperti batas administrasi dan jalan serta batas alam seperti sungai, garis pantai, dan batas perairan lainnya.
Peta dasar dalam kegiatan pemetaan menjadi bahan untuk peta kerja setelah ditambah jalur rencana jalur survei. Unsur – unsur yang umumnya dimuat dalam peta dasar adalah jalan, sungai, danau, waduk, rawa, situ/ telaga, garis pantai, bukit, gunung, angka ketinggian, batas administrasi, nama-nama geografi (toponimi) serta simbol – simbol geografi lainnya baik alami maupun buatan.
Pembuatan peta dasar dimaksud sangat tergantung pada jenis peta yang akan dibuat maupun skala yang digunakan. Sebagai contoh pemetaan penggunaan tanah dengan skala kecil (1 : 50.000), maka informasi dasar yang disajikan juga dibuat secara global. Misalkan informasi sungai cukup sampai dengan orde kedua atau orde ke tiga, jalan cukup dengan kualitas aspal atau jalan kolektor yang menghubungkan pusat-pusat administrasi pemerintahan dan seterusnya. Sebaliknya apabila skala peta yang digunakan semakin besar, maka informasi dasar yang disajikan juga semakin rinci dan detil.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Agraria/ Ka BPN No 1 Tahun 1997, bahwa skala dan ukuran peta dasar yang digunakan untuk kegiatan survei dan pemetaan penatagunaan tanah harus mengikuti skala dan ukuran peta dasar yang dibakukan (standar) oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal). Peta dasar yang disediakan oleh Bakosurtanal tersebut dikenal dengan peta Rupa Bumi Indonesia (RBI).
Skala dan ukuran peta dasar yang digunakan oleh Bakosurtanal ditentukan menurut hierarkhinya sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 1.1. Hierarki Skala dan Ukuran Peta Dasar
| Skala Peta | Ukuran 1 Lembar dalam Metrik | Ukuran 1 Lembar dalam Geografi | Ukuran 1 Lembar dalam Hektar (Ha) |
| 1 : 250.000 | + 45cm x 67cm | 10 x 10 30’ | 1884375 |
| 1 : 100.000 | + 56cm x 56cm | 30’ x 30’ | 313600 |
| 1 : 50.000 | + 56cm x 56cm | 15’ x 15’ | 78400 |
| 1 : 25.000 | + 56cm x 56cm | 7’30” x 7’30” | 19600 |
| 1 : 10.000 | + 46cm x 46cm | 2’30” x 2’30” | 2116 |
| 1 : 5.000 | + 56cm x 56cm | 1’15” x 1’15” | 784 |
| 1 : 2.500 | + 56cm x 56cm | 37,5” x 37,5” | 196 |
Catatan : 10 (derajat geografi) = + 111 kilometer
Untuk peta berskala 1:25.000 menggunakan skala dan ukuran peta dasar 1:25.000 atau lebih besar (untuk wilayah Pulau Jawa, Bali, Nusatenggara, dan sebagian Maluku). Untuk menghasilkan peta berskala 1:50.000 menggunakan skala dan ukuran peta dasar 1:50.000 atau lebih besar (untuk wilayah selain Pulau Jawa, Bali; Nusatenggara, dan Sebagian Maluku). Apabila skala dan ukuran peta tidak dapat diperoleh untuk wilayah selain Pulau Jawa, Bali, Nusatenggara dan sebagian Maluku, maka dapat menggunakan citra satelit dengan koreksi geometrik yang benar sebagai peta dasar.
Peta dasar di dapat dari berbagai sumber seperti Peta RBI, Peta Jantop atau Topografi Angkatan Darat, Peta Dasar Pertanahan, citra satelit, foto udara serta peta tematik lainnya yang bereferensi geografi. Apabila informasi dasar yang diperlukan dari satu sumber tidak informatif atau kurang jelas, maka peta lainnya yang tersedia dapat digunakan sebagai referensi.