Tampilkan postingan dengan label arcgis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arcgis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 April 2012

Download Frame and Fill

Frame and Fill adalah perangkat lunak yang bisa digunakan untuk mengisi fap pada citra landsat SLC-OFF. Sebagaimana diketahui bahwa sejak tahun 2003 Citra landsat-7 ETM+ memiliki kerusakan pada scan line corrector (SLC) yang berada pada mode OFF. Hal ini mengakibatkan dihasilkan citra bernilai 0 (hitam) berbentuk garis-garis (striping). Silakan download perangkat lunak Frame and Fill pengukuran tanah

SEXTANTE, Spatial Data Analysis Berbasis Java

SEXTANTE adalah sebuah tool untuk analisis data spasial yang ditulis dalam bahasa JAVA. SEXTANTE memiliki lebih dari tiga ratus algorithm untuk analisis raster, vector, dan tabular. Kelebihan lainnya, SEXTANTE bisa diintegrasikan ke perangkat lunak GIS berbasis JAVA seperti gvSIG atau OpenJUMP, ArcGIS dan sebagainya. Distribusinya dibawah lisensi MIT. Bagi pengguna ArcGIS, silakan dicoba dapatkan SEXTANTE

Senin, 06 Februari 2012

Menggunakan Formula OR pada Raster Calculator






Contoh kasus penggunaan formula OR ( | )pada Raster Calculator adalah reklasifikasi dari kelas-kelas yang ada. Sebagai contoh ada 4 kelas penutupan lahan (1, 2, 3, dan 4). Kitan ingin mengubah kelas 1 dan 2 menjadi kelas 0, sedangkan kelas 3 dan empat tetap seperti semula. Berikut adalah tahapannya. 1. Buka ArcMap, Tambahkan Data Pada [...] Related posts:
  1. ArcGIS10: Menggunakan Formula Con (IF) pada Raster Calculator
  2. ArcGIS 10: Mengubah Proyeksi Data Raster
  3. ArcGIS10: Menggunakan Spatial Adjustment
Posted: 05 Feb 2012 11:12 PM PST
Raster Calculator adalah salah satu tool pada ArcToolbox yang sangat berguna untuk analisa data raster. Salah satu formula yang paling sering digunakan adalah formula formula CON (if, jika). Apabila kita teriasa dengan MS Excel atau ER Mapper, tentu sudah minded sekali dengan statement IF A THAN B ELSE C. Pada Raster Calculator, formula tersebut dilakukan [...] Related posts:
  1. ArcGIS10: Menggunakan Formula OR ( | ) pada Raster Calculator
  2. ArcGIS 10: Mengubah Proyeksi Data Raster
  3. ArcGIS10: Menggunakan Spatial Adjustment

Sabtu, 18 Juni 2011

Upgrade ArcGIS versi 9.3 ke ArcGIS versi 9.3.1

Upgrade ArcGIS versi 9.3 ke versi 9.3.1 dapat dilakukan dengan sangat mudah. Sedikit berbeda dengan versi-versi sebelumnya, kita hanya perlu menjalankan satu file installer berukuran 550MB dan tidak perlu melakukan uninstal versi 9.3.
Upgrade ArcGIS versi 9.3 ke ArcGIS versi 9.3.1 arcgis software upgrade install instal free download arcgis 9.3.1 arcgis 9.3
  1. Seteleh mendapatkan file Upgrade dari ESRI, jalankan file ArcGISDesktop931.msp
  2. Ikuti proses instalasi sampai selesai, tidak ada pilihan yang rumit.
  3. Proses berjalan sekitar 15 – 30 menit
  4. Selesai
sourch : klik disini
dan ini link downloadnya klik disini

Tutorial ArcGIS 9.3.1 bagi Pemula

Berikut adalah tutorial ArcGIS versi 9.3.1 yang dibuat oleh Sdr. Beni Raharjo. Yang bersangkutan memutuskan membagikan tutorial tersebut sebelum diselesaikan semua karena ArcGIS sudah mengeluarkan versi 10 sehingga tidak semangat lagi melanjutkan project pembuatan tutorial versi 9.x. Draft-draft yang masih kosong akan dilengkapi dengan ArcGIS versi 10 sekaligus merevsi draft-draft yang lain.
Kami pikir tutorial tersebut masih sangat relevan untuk dishare karena release ArcGIS versi 10 tidak serta merta membuat pengguna ArcGIS 9.x langsung bermigrasi. Kendala seperti biaya lisensi dan kendala teknis menyebabkan untuk beberapa tahun ke depan, tutorial ArcGIS 9.x masih sangat dibutuhkan.
Isi dari tutorial ini adalah sebagai berikut
1. Pengantar ArcGIS
2. Pengenalan ArcMap
3. Membuat Peta Indonesia
4. Pengantar ArcCatalog
6. Input data
7. Editing
9. Tabel dan Query
10. Data Display
13. Geoprocessing

Silakan download tutorial ArcGIS 9.3.1 bagi pemula pada link berikut.
Download buku tutorial, PDF, 7Mb
Tutorial ArcGIS 9.3.1 bagi Pemula  arcgis software tutorial arcgis petunjuk pemula pdf modul gratis free download cara cepat arcgis 10 arcgis

Download XTools Pro 5.2 untuk ArcGIS 9.x

XTools Pro 5.2 yang tidak dibatasi 30 hari dapat didownload di http://dapat.in/761
XTools Pro memiliki banyak fungsi seperti berikut
Feature Conversions
> Transfer/Convert Features
> Convert Multipart Shapes to Single Parts
> Convert Polygons to Polylines
> Make One POlygon from Polylines
> Make One Polygon from POints
> Make One Polyline from Points
> Convert Graphics to Shapes
> Shapes to Centroids
> Convert Features to Points
> Split Polylines
> Split Polygons
> Smooth PolylinesDownload XTools Pro 5.2 untuk ArcGIS 9.x arcgis software xtools pro xtools xtool polyline polygon pasang instal gratis free ekstensi download convert cari arcgis analysis analisa
Layer Operations
> Erase Features
> Identity
> Update Polygon Layer
Table Operations
> Calculate Area, Perimeter, Length, Acres and Hectares
> Add X, Y, Z Coordinates
> Aggregate Features/Records
> Table Restructure
> Export Data to Ms Excel
> Export Table to Text
> MultiDelete Fields
> Table Statistics
> Sort Features/Records
> Find Duplicates
Surface Toos
> Convert Grid to Contour
> Create Grid from Contours
> Build Theissen Polygon
Go to
> Go to Google Maps
> Go to Google Earth
> Go to Microsoft Live
Open Attribute Table
Start Editing Selected layer
Show Nodes
Show Directions
Create Feature Class/Table
Create File Geodatabase
Delete Dataset
Change Datasources
Create Fishnet
Convex Hull
Extract Map
Export Data to KML
Import Data from KML
Auto Save MXD

CARA ENTRY DATA


  1. Isi Wilayah Administrasi sesuai dengan alamat kegiatan
  2. Masukkan tahun data
  3. Klik proses, lakukan entry data sesuai tahapannya...dst



 

  1. Isi nama subyek dgn cara ;
- klik insert pada windows (Daftar subyek) pada aplikasi


 

 - klik Cari
 






-          apabila NAMA BARU klik tambah
akan muncul kategori subyek


kategori subyek (pilih aja)


- apabila ada lebih dr 1 nama ( cs ) klik tambah
- isi identitas subyek, klik simpan.






-          apabila ada nama subyek yang sama, TIDAK PERLU isi identitas lagi;
-          klik cari, ketik nama / cukup huruf depan aja, akan muncul nama2 yang dimaksud, klik nama yang sesuai, klik Pilih


 







  1. Isi Identitas penguasaan caranya sama dengan identitas subyek

  1. Apabila sudah selesai entry, klik simpan


 


7. Untuk melanjutkan entry data baru, klik proses...dst










  1. Untuk lihat hasil entryan /list data entry dan atau edit data, klik  P4T pilih Browse Data, akan muncul Q General, isi sesuai alamat data , isi tahun ( utk lihat semua data pd lokasi tsb kosongkan tahun klik proses


 







  1. Muncul windows Data Brows yang dimaksud, apabila akan buka/ edit pilih data yang dimaksud, klik  Buka Entry



  1. muncul Data entry yang dimaksud, bisa langsung edit data, apabila selesai edit jangan lupa klik Simpan



   Untuk kembali ke menu list data, klik Keluar.



























UNTUK LING DENGAN SPATIAL , syarat
  1. Harus ada peta dengan atribut kode desa dan NIB (5 digit) type String.

ACTENTION !!!!!             




























UNTUK MENGAKALI DATA SPATIAL TIDAK PERLU ENTRI DATA PADA PETA LAGI.


CARA JOIN TABLE PRAKTIS GIS
(Gabung text NIB dengan bidang poly)
Syarat dwg :
  1. Bidang.dwg harus sudah topologi
  2. Text NIB harus centring pada masing2 bidang (text tidak boleh nabrak line bidang ( yang dibutuhkan cuma NIB aja)
Syarat Tabel data exel :
  1. Data harus rapi ( tidak ada kolom kosong)
( yang dibutuhkan selain data NIB)

Buka autocad
Export layer NIB ke shp
Save file hasil export ( ex: NIB Jogja.shp)
Buka GIS
Add data
Buka file dwg bidang jogja.line                                                           
Konfersi line jadi polygon
Cara : Data management tools
           Features
           Features to polygon
           Input Features (panggil file bidang line.dwg
           Output Features class (nama file baru jadi jogja.poly)

Proses Gabung text NIB dengan bidang poly
Cara :   Analisis tools
            Overlay
            Spatial join
                        Target Feature : panggil file jogja.poly
                        Join Feature     : panggil file NIB jogja.shp
                        Output class     : pilih jogja.poly dan NIB jogja ( nama file baru)
                        Field Feature    : hapus ID, Text Anggle, Text sice (sisa TEXSTRING)
                        OK
Klik kanan NIB jakarta
Properties
Label
Label Feature in this layer
OK

Buka GIS
Add
Buka data exel
Blok tabel exel
Set print area
Close save
Add data exel
Klik kanan
File open
Jadikan data base
Option
Select all
Option
Option export
Output ke alamat file Name : ( max. 8 caracter)
Conector NIB carakter) save
Cek karacter  nomor NIB (bila doble berarti nomurik, harus dirubah string)
Cara : atribut option
Add
File nama :....
Tipe : Text
Klik kanan Field
Field Caltulator

Jakarta.poly yang ada NIB nya
Klik kanan
Join and Realates
Join
Isi
  1. Texstring
  2. data entry
  3. File baru (NIB baru) OK./  dipermanenkan file nya ke file baru
Klik kanan file
Data
Expres Data
Output : kasih nama file baru (final)
           

CARA ANALISA DI APLIKASI P4T (mudah, cepat 15 menit selesai)


Open browse data
1.       DRAG FILD NAMA SUBYEK
2.       DRAG FILD KELAS YG AKAN DIANALISA (p4t nya)
3.       PANGGIL/ MASUKKAN RUMUS HITUNGAN ANALISANYA OK
(cara : klik di salah satu fild yg di drag, pilih Custom , OK, klik Customize... OPEN rumus apabila sudah dibuat, OK) apabila blm ad rumus = pilih Custom , OK klik Customize buat rumus dulu baru OPEN or Applay, save rumus  OK
4.       Centang/ pilih kelas pd sub fild yg dianalisa (p4t)
5.       OTOMATIS JML BIDANG DAN LUAS SUDAH TERHITUNG(di Total)nya., tetapi jml subyek perlu dihitung manual(tinggal lihat di daftar fild nya, kita scrol mouse), yaitu
6.       Hiitung jml subyek (cara ; cek daftar nama,  pd fild Jml bila ada yg lbih dr 1 (berarti 1 subyek punya  lbih dr 1 bidang= tetep dihitung 1) maka jml nya itu ut mengurangi jml bidang = ketemu jml subyek.

Sumber Data Spasial

Salah satu syarat SIG adalah data spasial, yang dapat diperoleh dari beberapa sumber antara lain :
  1. Peta Analog
    Peta analog (antara lain peta topografi, peta tanah dan sebagainya) yaitu peta dalam bentuk cetak.
    Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi, kemungkinan besar memiliki referensi
    spasial seperti koordinat, skala, arah mata angin dan sebagainya.
    Dalam tahapan SIG sebagai keperluan sumber data, peta analog dikonversi menjadi peta digital
    dengan cara format raster diubah menjadi format vektor melalui proses dijitasi sehingga dapat
    menunjukan koordinat sebenarnya di permukaan bumi.
  2. Peta Analog
    Data Penginderaan Jauh (antara lain citra satelit, foto-udara dan sebagainya), merupakan sumber
    data yang terpenting bagi SIG karena ketersediaanya secara berkala dan mencakup area tertentu.
    Dengan adanya bermacam-macam satelit di ruang angkasa dengan spesifikasinya masing-masing,
    kita bisa memperoleh berbagai jenis citra satelit untuk beragam tujuan pemakaian. Data ini biasanya
    direpresentasikan dalam format raster.
  3.  Data Sistem Penginderaan Jauh
    Data pengukuran lapangan yang dihasilkan berdasarkan teknik perhitungan tersendiri, pada umumnya
    data ini merupakan sumber data atribut contohnya: batas administrasi, batas kepemilikan lahan, batas
    persil, batas hak pengusahaan hutan dan lain-lain.
    Global Positioning System
  4. Data Hasil Pengukuran Lapangan
    Teknologi GPS memberikan terobosan penting dalam menyediakan data bagi SIG. Keakuratan
    pengukuran GPS semakin tinggi dengan berkembangnya teknologi. Data ini biasanya
    direpresentasikan dalam format vektor. Pembahasan mengenai GPS akan diterangkan selanjutnya.
    1.3.  Peta, Proyeksi Peta, Sistem Koordinat, Survey dan GPS
    Data spatial yang dibutuhkan pada SIG dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui
    survei dan pemetaan yaitu penentuan posisi/koordinat di lapangan. Berikut ini akan dijelaskan secara
    ringkas beberapa hal yang berkaitan dengan posisi/koordinat serta metoda-metoda untuk
    mendapatkan informasi posisi tersebut di lapangan.
  5. Data GPS
  6. Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Dasar
    1.3.1.  Peta
    Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh muka bumi baik yang terletak di atas maupun di bawah
    permukaan dan disajikan pada bidang datar pada skala dan proyeksi tertentu (secara matematis).
    Karena dibatasi oleh skala dan proyeksi maka peta tidak akan pernah selengkap dan sedetail aslinya
    (bumi), karena itu diperlukan penyederhanaan dan pemilihan unsur yang akan ditampilkan pada peta.
    1.3.2.  Proyeksi Peta
    Pada dasarnya bentuk bumi tidak datar tapi mendekati bulat maka untuk menggambarkan sebagian
    muka bumi untuk kepentingan pembuatan peta, perlu dilakukan langkah-langkah agar bentuk yang
    mendekati bulat tersebut dapat didatarkan dan distorsinya dapat terkontrol, untuk itu dilakukan
    proyeksi ke bidang datar.
    1.3.2.1.  Pengelompokan Proyeksi Peta
    1.3.2.1.1.  Berdasar Mempertahankan Sifat Aslinya
    1.  Luas permukaan yang tetap (ekuivalen)
    2.  Bentuk yang tetap (konform)
    3.  Jarak yang tetap (ekuidistan)
    Perbandingan dari daerah yang sama untuk proyeksi yang berbeda :
    1.3.2.1.2.  Berdasar Bidang Proyeksi yang Digunakan
    1. Bidang datar
    2. Bidang kerucut
    3. Bidang silinder
    Proyeksi Bidang Datar :                            Proyeksi Kerucut :
    5
    Proyeksi Silinder :
    Universal Transverse Mercator
    1.3.2.2.  Proyeksi
    (UTM)
    Proyeksi UTM dibuat oleh US Army sekitar tahun 1940-an. Sejak saat itu proyeksi ini menjadi standar
    untuk pemetaan topografi.
    1.3.2.2.1.  Sifat-sifat Proyeksi UTM
    1.  Proyeksi ini adalah proyeksi Transverse Mercator yang memotong bola bumi pada dua buah
    meridian, yang disebut dengan meridian standar. Meridian pada pusat zone disebut sebagai
    meridian tengah.
    2.  Daerah diantara dua meridian ini disebut zone. Lebar zone adalah 6 sehingga bola bumi dibagi
    menjadi 60 zone.
    3.  Perbesaran pada meridian tengah adalah 0,9996.
    4.  Perbesaran pada meridian standar adalah 1.
    5.  Perbesaran pada meridian tepi adalah 1,001.
    6.  Satuan ukuran yang digunakan adalah meter.
    1.3.2.2.2.  Sistem Koordinat UTM
    Untuk menghindari koordinat negatif dalam proyeksi UTM setiap meridian tengah dalam tiap zone
    diberi harga 500.000 mT (meter timur). Untuk harga-harga ke arah utara, ekuator dipakai sebagai
    garis datum dan diberi harga 0 mU (meter utara). Untuk perhitungan ke arah selatan ekuator diberi
    harga 10.000.000 mU.
    Wilayah Indonesia (90° – 144° BT dan 11° LS – 6° LU) terbagi dalam 9 zone UTM, dengan demikian
    wilayah Indonesia dimulai dari zona 46 sampai zona 54 (meridian sentral 93° – 141° BT).
    1.3.2.3.  Metoda Penentuan Posisi
    Metoda penentuan posisi adalah cara untuk mendapatkan informasi koordinat suatu objek (contoh
    koordinat titik batas, koordinat batas persil tanah dan lain-lain) di lapangan. Metoda penentuan posisi
    dapat dibedakan dalam dua bagian, yaitu metoda penentuan posisi terestris dan metoda penentuan
    posisi extra-terestris (satelit).
    Pada metoda terestris penentuan posisi titik dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap
    target atau objek yang terletak di permukaan bumi. Beberapa contoh metoda yang umum digunakan
    adalah :
    1. Metode poligon.
    2.  Metode pengikatan ke muka.
    3.  Metode pengikatan ke belakang.
    4. Dan lain-lain.
    Pada metode ekstra terestris penentuan posisi dilakukan berdasarkan pengamatan terhadap benda
    atau objek di angkasa seperti bintang, bulan, quasar dan satelit buatan manusia, beberapa contoh
    penentuan posisi extra terestris adalah sebagai berikut :
    1. Astronomi geodesi.
    2. Transit Dopler.
    3.  Global Positioning System (GPS).
    4. Dan lain-lain.
    1.3.3.  Sistem Koordinat
    Posisi suatu titik biasanya dinyatakan dengan koordinat (dua-dimensi atau tiga-dimensi) yang
    mengacu pada suatu sistem koordinat tertentu. Sistem koordinat itu sendiri dapat didefinisikan dengan
    menspesfikasi tiga parameter berikut, yaitu :
    1.3.3.1.  Lokasi Titik Nol dari Sistem Koordinat
    Posisi suatu titik di permukaan bumi umumnya ditetapkan dalam/terhadap suatu sistem koordinat
    terestris. Titik nol dari sistem koordinat terestris ini dapat berlokasi di titik pusat massa bumi (
    sistem
    koordinat geosentrik),
    maupun di salah satu titik di permukaan bumi (
    sistem koordinat toposentrik
    ).
    1.3.3.2.  Orientasi dari Sumbu-sumbu Koordinat
    Posisi tiga-dimensi (3D) suatu titik di permukaan bumi umumnya dinyatakan dalam suatu sistem
    koordinat geosentrik. Tergantung dari parameter-parameter pendefinisi koordinat yang digunakan,
    dikenal dua sistem koordinat yang umum digunakan, yaitu
    sistem koordinat Kartesian (X,Y,Z)
    dan
    sistem koordinat Geodetik
    (L,B,h),
    yang keduanya diilustrasikan pada gambar berikut :
    Z
    A
    K ut u b
    Pe rmu ka a n
    h
    Bu mi
    A
    K oordi na t  K ar te si a n  :
    Gr ee nw i ch
    Z
    (X
    , Y
    , Z
    )
    A
    A
    A
    A
    P us at
    Y
    B um i
    K oordi na t  Ge odet ik   :
    A
    X
    A
    A
    (
    ,
    , h
    )
    A
    A
    A
    A
    X Y
    E li ps oi d  re f e ren si
    Koordinat 3D suatu titik juga bisa dinyatakan dalam suatu sistem koordinat toposentrik, yaitu
    umumnya dalam bentuk sistem koordinat Kartesian (N,E,U) yang diilustrasikan pada gambar berikut.
    A
    A
    Zenith (U)
    Zenith (U)
    Sistem Koordinat
    Sistem Koordinat
    Sistem Koordinat
    Toposentrik
    Toposentrik
    Toposentrik
    Utara (N)
    Utara (N)
    U
    U
    U
    A
    A
    A
    Koordinat Kartesian :
    Koordinat Kartesian :
    E
    E
    (N
    (N
    , E
    , E
    , U
    , U
    )
    )
    A
    A
    A
    A
    A
    A
    A
    A
    N
    N
    A
    A
    Timur (E)
    Timur
    (E)
    Titik di
    Titik di
    Titik di
    permukaan bumi
    permukaan bumi
    permukaan bumi
    8
    GIS Konsorsium Aceh Nias
    Aceh_Nias_GIS@yahoogroups.com
     

    Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Dasar
    Parameter - parameter (kartesian, curvilinear) yang digunakan untuk mendefiniskan posisi suatu titik
    dalam sistem koordinat tersebut. Posisi titik juga dapat dinyatakan dalam 2D, baik dalam (L,B),
    ataupun dalam suatu sistem proyeksi tertentu (x,y) seperti Polyeder, Traverse Mercator (TM) dan
    Universal Traverse Mercator (UTM).
    1.3.4.  Metode Penentuan Posisi Global (GPS)
    GPS adalah sistem navigasi dan penentuan posisi menggunakan satelit yang dikembangkan dan
    dikelola oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. GPS dapat memberikan informasi tentang
    posisi, kecepatan dan waktu di mana saja di muka bumi setiap saat, dengan ketelitian penentuan
    posisi dalam fraksi milimeter sampai dengan meter. Kemampuan jangkauannya mencakup seluruh
    dunia dan dapat digunakan banyak orang setiap saat pada waktu yang sama (Abidin,H.Z, 1995).
    Prinsip dasar penentuan posisi dengan GPS adalah perpotongan ke belakang dengan pengukuran
    jarak secara simultan ke beberapa satelit GPS seperti gambar berikut :
    1.3.4.1.  Sistem GPS
    Untuk dapat melaksanakan prinsip penentuan posisi di atas, GPS dikelola dalam suatu sistem GPS
    yang terdiri dari dari 3 bagian utama yaitu bagian angkasa, bagian pengontrol dan bagian pemakai,
    seperti  gambar berikut :
    SA TE L IT
    .   21 +  3  s at e l it
    .  pe ri ode  orb it   :  12  ja m
    .  a lt i t ude  orb it   :  20200  km
    PE NG GU NA
    .  Me nga m a t i  si nya l  G PS
    .  H i tun g pos i si  da n  ke c epa t a n
    .  D a pa tka n  i nform a si
    m eng en ai   wa kt u
    SIS TE M  K ON T ROL
    .  Si nkroni s as i  w akt u
    .  Pre di ksi   orbi t
    .  Inj eks i  da t a
    .  Moni t or  ke se ha ta n  sa t el i t
    1.3.4.1.1.  Bagian Angkasa
    Terdiri dari satelit-satelit GPS yang mengorbit mengelilingi bumi, jumlah satelit GPS adalah 24 buah.
    Satelit GPS mengorbit mengelilingi bumi dalam 6 bidang orbit dengan tinggi rata-rata setiap satelit
    ± 20.200 Km dari permukaan bumi.
    9
 

Tags

Poll

Site Info

Total Tayangan Halaman

Bidang Satu Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template